BERSAMA KITA BERANTAS MALARIA

Posted: 21 April 2010 in Infokes, Penyakit

Hari Malaria Sedunia 25 April 2010

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penyakit ini mempengaruhi tingginya angka kematian ibu hamil, bayi dan balita. Setiap tahun lebih dari 500 juta penduduk dunia terinfeksi malaria dan lebih dari 1.000.000 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak terdapat di Afrika dan beberapa negara Asia termasuk Indonesia, Amerika Latin, Timur Tengah dan beberapa bagian negara Eropa.

Sedangkan di Indonesia, sampai tahun 2009, sekitar 80% Kabupaten/Kota masih termasuk katagori endemis malaria dan sekitar 45% penduduk bertempat tinggal di daerah yang berisiko tertular malaria.Sementara jumlah kasus yang dilaporkan pada tahun 2009 sebanyak 1.143.024 orang. Jumlah ini mungkin lebih kecil dari keadaan yang sebenarnya karena lokasi yang endemis malaria adalah desa-desa yang terpencil dengan sarana transportasi yang sulit dan akses pelayanan kesehatan yang rendah.

Untuk mengatasi malaria, pada pertemuan WHA 60 tanggal 18-23 Mei 2007 telah disepakati komitmen global tentang eliminasi malaria setiap negara dan merekomendasikan bagi negara-negara yang endemis malaria memperingati Hari Malaria Sedunia setiap tanggal 25 April. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja dalam menuju eliminasi malaria serta meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam penanggulangan dan pencegahan malaria.

Tahun ini merupakan tahun ketiga peringatan Hari Malaria Sedunia dengan tema ”BERSAMA KITA BERANTAS MALARIA”. Tujuannya untuk meningkatkan kemitraan dalam mencapai eliminasi malaria di Indonesia. Selain itu juga untuk meningkatnya kesadaran para mitra untuk berperan aktif dalam eliminasi malaria, meningkatnya komitmen para penentu kebijakan di Pusat dan Daerah untuk melakukan eliminasi malaria, serta meningkatnya kemitraan dalam kegiatan eliminasi malaria.

Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) tahun 2010 diharapkan dapat lebih meningkatkan advokasi, edukasi dan sosialisasi kepada semua stakeholder dan masyarakat sehingga eliminasi malaria dapat segera dicapai. Mengingat malaria merupakan masalah yang komplek terkait dengan aspek penyebab penyakit (parasit), lingkungan (fisik dan biologis) dan nyamuk sebagai vektor penular maka eliminasi malaria harus dilaksanakan secara bersama dengan para mitra terkait dan menjadi bagian integral dari pembangunan nasional.

Peringatan HMS Tahun 2010 diisi dengan berbagai kegiatan di Pusat maupun Daerah, diantaranya Workshop Nasional tentang Penelitian Malaria di Indonesia tanggal 10 Mei 2010, Workshop Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Eliminasi Malaria tanggal 18 Mei 2010. Sedangkan pada puncak acara akan dilakukan peresmian Malaria Center di Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara oleh Menteri Kesehatan tanggal 24 April 2010.

Sebaran malaria dibedakan menjadi daerah non endemis dan endemis. Daerah dikatakan non endemis bila di daerah itu tidak terdapat penularan malaria atau angka kejadian malaria (Annual Parasite Incident = API ) nol. Termasuk daerah non endemis adalah provinsi DKI Jakarta, Bali, dan Kepri (Barelang Binkar).

Sedangkan daerah endemis malaria dibedakan menjadi endemis tinggi, endemis sedang dan endemis rendah.

Dikatakan endemis tinggi bila API-nya lebih besar dari 50 per 1.000 penduduk yaitu di Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sumatera Utara (Kab. Nias dan Nias Selatan), dan NTT.

Endemis Sedang bila API-nya berkisar antara 1 sampai kurang dari 50 per 1.000 penduduk yaitu di provinsi Aceh (Kab. Siemeulu), Bangka Belitung, Kepri (Kab. Lingga), Jambi (Kab. Batang Hari, Merangin, dan Sorolangun), Kalimantan Tengah (Kab. Sukamara, Kota waringin barat), Mura), Sulteng (Kab. Toli-toli, Banggai, Banggai Kepulauan, Poso), Sultra (Kab. Muna), NTB (Sumbawa Barat, Dompu, Kab.Bima, dan Sumbawa), Jawa Tengah (Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Pekalongan dan Sragen), Jawa Barat (Sukabumi, Garut, dan Ciamis).

Endemis rendah bila API-nya 0 – 1 per 1.000, diantaranya sebagian Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Upaya pemerintah dalam program pengendalian malaria yaitu Diagnosa Malaria harus terkonfirmasi mikroskop atau Rapid Diagnostic Test; Pengobatan menggunakan Artemisinin Combination Therapy; Pencegahan penularan malaria melalui: distribusi kelambu (Long Lasting Insecticidal Net), Penyemprotan rumah, repellent, dan lain-lain; Kerjasama Lintas Sektor dalam Forum Gebrak Malaria; dan Memperkuat Desa Siaga dengan pembentukan Pos Malaria Desa (Posmaldes).

Seseorang yang terkena malaria dapat mengalami anemia. Pada kasus malaria berat dapat menyebabkan koma, kegagalan multi organ serta menyebabkan kematian.Namun malaria dapat dicegah.

Cara mencegah malaria yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk malaria diantaranya dengan tidur di dalam kelambu, mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk (Repelent); membersihkan tempat-tempat hinggap/istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk; membunuh nyamuk dewasa dengan menyemprot rumah-rumah dengan racun serangga; membunuh jentik-jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik; membunuh jentik nyamuk dengan menyempot obat anti larva (jentik) pada genangan air dan melestarikan hutan bakau di rawa-rawa sepanjang pantai

Sumber :
http://www.dinkesjatengprov.go.id
Dari :
Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui :
Telp: 021-52907416-9, Faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700
E-mail : puskom.publik@yahoo.co.id , info@puskom.depkes.go.id , kontak@puskom.depkes.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s